MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-11

Pertimbangkan mimpi seorang pasien lain: Seorang pasien menceritakan mimpi yang sering berulang, bahkan dalam satu malam. Dia bermimpi bahwa ia sedang berada di kota lain dan ingin menelepon seorang wanita. Tapi kontak di telepon begitu banyak—berisi ratusan nomor—membuatnya tidak berhasil menemukan kontak. Setelah bangun, pasien meyakini bahwa kontak yang ia ingin panggil bukanlah wanita tapi perusahaan rekaman yang  dengannya ia bekerja dan menghasilkan kesuksesan finansial. Sebagai fakta, pasien adalah seorang komponis musik pop. Dalam pembahasan mimpinya, ternyata ia telah benar-benar menghabiskan waktu yang sangat memuaskan di kota yang ada dalam mimpinya, mengaransemen musik religious. Sedangkan karyanya, meskipun secara finansial sukses, namun tidak memberikannya kepuasan batin. Kecuali untuk aransemennya, ia tidak dihargai dan tidak ada kenangan yang menyenangkan terkait dengan kota itu. Secara khusus, ia tidak merindukan wanita itu, dan tidak pernah memiliki hubungan erotis. Di sisi lain, ia secara spontan menyatakan bahwa kontak yang sangat banyak adalah pertanda masalah yang akan dihadapinya ketika dia memilih. (Untuk memahami simbolisme mimpi kita harus menyadari bahwa dalam bahasa Jerman kata yang sama, Wahlen, berarti memilih dan memanggil.) Apa yang dipilih pasien? Hal itu tidak mengacu pada nomor panggilan melainkan panggilan untuk memilih—khususnya pilihan antara menjaga bayaran yang bagus, pekerjaan yang tidak memuaskan sebagai komposer terkenal dan menjadi penulis musik religius. Segera, makna esensial mimpi menjadi jelas. Meskipun berat, pasien telah berjuang untuk “terkoneksi”, membangun hubungan kembali. Kita baru saja mengganti kata reconnexio dengan religio, yang dalam bahasa Latin memiliki arti sama. Jelas bahwa mimpi itu mengungkap keinginan pasien untuk menemukan jalan kembali ke panggilan religius dan artistik sejatinya.
Tidak seperti contoh sebelumnya, mimpi ini tidak menghadirkan peringatan melainkan mengungkap pengecaman diri sendiri. Dalam kedua kasus, mimpi adalah ungkapan hati nurani—bahkan kasus yang kedua melibatkan bukan hanya hati nurani etis tetapi juga nurani artistik —dan kedua mimpi adalah ekspresi bawah sadar spiritual. Dalam kasus kedua, persoalan religi menjadi pembentuk isi mimpi.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , .

Tinggalkan Balasan