MAN SEARCH FOR MEANING-48

Seseorang yang membiarkan dirinya merosot karena ia tidak mampu melihat tujuan masa depan akan tenggelam dalam pikiran tentang masa lalu. Dalam hal yang berbeda, kita telah membahas bahwa kecenderungan tenggelam ke masa lalu, akan membantu seseorang membuat masa sekarang menjadi kurang nyata. Namun, dengan merampok realitas masa sekarang, akan ada bahaya tertentu. Akan menjadi mudah mengabaikan kesempatan untuk berpikir positif dalam kehidupan di kamp konsentrasi, kesempatan yang benar-benar akan ada. Mengakui “eksistensi sementara” kita sebagai tidak nyata dalam dirinya sendiri merupakan suatu faktor penting yang membuat para tawanan kehilangan pengangan hidup. Semuanya menjadi tidak berarti. Beberapa orang melupakannya biasanya hanya seperti kesulitan situasi eksternal yang luar biasa yang memberikan seseorang kesempatan untuk menumbuhkan spritualitas melampaui diri sendiri. Alih-alih mengambil kesulitan di hidup kamp sebagai ujian bagi kekuatan batin, mereka tidak menjalani hidup dengan serius dan membencinya sebagai sesuatu yang tidak mempunyai konsekuensi. Mereka lebih suka memejamkan mata dan hidup di masa lalu. Hidup seperti mereka menjadi tidak bermakna.
Secara alami, hanya segelintir orang yang memiliki kemampuan menjangkau ketinggian keagungan spiritual. Namun yang sedikit itu memberikan kesempatan untuk mencapai keagungan manusia bahkan melalui pemunculan kesalahan duniawi mereka dan kematian, suatu penyelesaian yang dalam kehidupan lingkungan biasa tidak akan mereka dapatkan.
Bagi kita yang lain, yang biasa-bisa dan setengah hati, kata-kata Bismarck tampaknya cocok: “Hidup seperti berada di ruang dokter gigi, Anda berpikir bahwa yang terburuk akan dating, padahal ia telah berlalu.” Sejalan dengan itu, kita bisa katakan bahwa kebanyakan orang yang berada di kamp konsentrasi meyakini bahwa bahwa kesempatan nyata telah berlalu. Namun, dalam kenyataan, kesempatan dan peluang selalu ada. Seseorang dapat membuat kemenangan dalam pengalaman, memutar kehidupan ke dalam kejayaan batin, atau mengabaikan peluang seperti kebanyakan tawanan.
Beberapa upaya menghilangkan pengaruh psikopatologis kehidupan kamp para tawanan oleh psikoterapis atau metode psikohigienis bertujuan untuk memberikan mereka kekuatan dengan menunjukkan tujuan masa depan dengan menatap ke masa depan. Secara naluriah, beberapa tawanan berupaya menemukan seseorang dalam kehidupannya. Adalah sesuatu yang khas manusia, bahwa ia hanya dapat hidup dengan menatap masa depan—sub specie aeternitatis. Dan itulah penyelamatnya dalam momen yang sangat sulit dalam eksistensinya, meskipun ia kadang harus memaksa pikirannya untuk hal itu.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , .

Tinggalkan Balasan