MAN SEARCH FOR MEANING-47

Kata finis dalam bahasa latin memiliki dua arti: pertama adalah akhir dan kedua adalah tujuan yang harus diraih. Seseorang yang tidak dapat melihat akhir dari eksistensi sementaranya tidak dapat menuju tujuan akhir dalam hidupnya. Ia berhenti hidup untuk masa depan,berbeda dengan orang dengan kehidupan normal. Selain itu, seluruh struktur batinnya berubah; suatu tanda pembusukan yang kita tahu dari area kehidupan yang lain.
Orang-orang pengangguran, sebagai contoh, berada dalam posisi itu. Ia berada dalam eksistensi sementara dan tidak bisa menentukan tujuan yang akan dicapai. Penelitian yang dilakukan pada pekerja tambang yang dipecat menunjukkan bahwa mereka menderita semacam cacat waktu—waktu batin—sebagai hasil dari kondisi mereka yang menganggur. Para tawanan juga mengalami “pengalaman waktu” yang aneh. Di kamp, dalam satuan waktu yang singkat, dalam satu jam misalnya, diisi dengan siksaan dan kelelahan yang tak berakhir. Satuan waktu yang panjang, misalnya seminggu, terasa sangat cepat berlalu. Teman saya setuju ketika saya katakan bahwa satu hari rasanya lebih lama dari pada seminggu. Betapa paradoksnya pengalaman waktu kami! Sehubungan dengan hal itu, kami diingatkan dengan The Magic of Mountain karya Thomas Mann, yang berisi banyak komentar psikologis yang sangat penting. Mann mempelajari perkembangan spiritual orang-orang yang dalam posisi analog, misalnya para penderita tuberculosis di sanatorium yang juga tahu bahwa tidak ada tanggal pasti kapan mereka akan sembuh. Mereka mengalami pengalaman waktu yang sama, tidak ada masa depan dan tidak ada tujuan.
Salah seorang dari tawanan, yang pada saat kedatangannya berbaris dengan barisan panjang pendatang baru dari stasiun menuju kamp mengatakan kepada saya sebelumnya, bahwa  ia merasa dan berpikir bahwa ia sedang berjalan menuju kuburannya sendiri. Baginya, hidup terasa tanpa masa depan. Dia menganggap semuanya berlalu dan terjadi seakan-akan ia sudah mati. Perasaan tanpa kehidupan itu semakin terasa oleh berbagai penyebab: dalam waktu, tak terbatasnya waktu penahanan merupakan penyebab utama.Dalam ruang penyebab utama adalah penyempitan gerak para tawanan. Sesuatu yang di luar pagar berduri menjadi jauh—di luar jangkauan, dalam arti menjadi tidak nyata. Peristiwa-peristiwa dan orang-orang di luar, semua kehidupan normal yang ada di sana memiliki aspek mengerikan bagi para tawanan. Kehidupan di luar, apa pun yang muncul padanya, seakan-akan pemandangan yang muncul kepada seseorang yang sudah meninggal, yang melihatnya dari dunia lain.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , .

Tinggalkan Balasan