MAN SEARCH FOR MEANING-42

Kemudian mereka pergi. Namun, hingga mereka kembali —sering beberapa jam setelah diumumkan, dan kadang tidak kembali sama sekali—saya terpaksa menyimpan selimut yang kotor, mengutip sedotan yang jatuh dari tempat tidur, dan membentak setan kecil yang mengotori tempat tidur dan mengacaukan upaya saya untuk merapihkan dan membersihkan. Rasa apatis sebagian meningkat pada pasien penderita demam. Akibatnya, mereka tidak akan mau bereaksi kalau tidak dibentak. Meskipun saat ini gagal, dan kemudian mengambil kontrol diri yang luar biasa, bukan untuk memukulnya. Bagi setiap orang, perasaan mudah marah mengisi proporsi besar dalam wajah apatis dan sebagian dalam wajah bahaya yang diakibatkan.
Dalam upaya penjelasan psikologis dan psikopatologis ciri khas penghuni kamp konsentrasi, saya mungkin memberi kesan bahwa hidup manusia adalah rumit dan tidak terhindarkan dari pengaruh lingkungan. (Dalam kasus ini, lingkungan adalah struktur unik kehidupan kamp, yang memaksa para tawanan harus menyesuaikan perilakunya dengan pola tertentu.) Namun, bagaimana dengan kebebasan manusia? Apakah tidak ada kebebasan spiritual berkenan dengan perilaku dan reaksi terhadap lingkungan yang sudah tertentu? Apakah benar teori yang mengatakan bahwa manusia tidak lebih dari sebuah produk dari kondisi-kondisi lingkungannya—karakter biologis, psikologis, atau sosiologis? Apakah manusia adalah produk kebetulan dari faktor-faktor itu? Paling penting, apakah reaksi para tawanan terhadap dunia tunggal kamp konsentrasi membuktikan bahwa manusia tidak dapat melarikan diri dari lingkungan yang mempengaruhinya?Apakah manusia tidak memiliki pilihan aksi dalam menghadapi situasi lingkungan tertentu?
Kita dapat menjawab pertanyaan ini dari pengalaman sebaik berdasarkan prinsip. Pengalaman hidup di kamp membuktikan bahwa manusia sesungguhnya memiliki pilihan aksi. Ada banyak contoh, biasanya bersifat heroik, di mana rasa apatis dapat dilalui, rasa lekas marah dapat ditekan. Manusia dapat mempertahankan kebebasan spiritual, kemerdekaan pikiran, bahkan dalam situasi tekanan fisik dan psikis yang luar biasa.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , .

Tinggalkan Balasan