MAN SEARCH FOR MEANING-39

Dengan tidak sabar kami duduk, meletakkan ransel kami di tanah dan bersama beberapa pasien yang masih tertinggal menunggu truk terakhir. Kami harus menunggu dalam waktu yang sangat lama.Akhirnya, kami rebahan di kasur yang ditinggalkan di ruang penjaga, kelelahan karena perayaan suka cita beberapa jam sebelumnya, sepanjang di mana kami terombang-ambing antara harapan dan putus asa. Akhirnya kami tertidur dengan pakaian dan sepatu dalam kondisi siap berangkat.
Tiba-tiba suara senapan dan meriam membangunkan kami. Kilatan cahaya peluru dan tembakan senapan mengenai pondok. Dokter kepala dengan suara terputus-putus menyuruh kami berlindung di lantai. Seorang tawanan lengkap dengan sepatunya melompat mengenai perut saya dari tempat tidur di atas saya. Hal itu menyadarkan saya dan kami pun memahami apa yang sedang terjadi: front pertempuran telah sampai kepada kami.Tembakan kemudian berkurang dan fajar pun menyingsing. Di samping gerbang kamp bendera putih berkibar di angkasa.
Beberapa minggu kemudian, kami menemukan bahwa bahkan hingga saat-saat terakhir, takdir telah bermain dengan kami tawanan yang tersisa.Kami menemukan betapa tidak pastinya keputusan manusia,khususnya yang menyangkut soal hidup dan mati. Saya berhadapan dengan foto yang diambil di kamp kecil tidak jauh dari kami. Teman-teman kami yang berpikir bahwa mereka berjalan menuju kebebasan malam itu telah diangkut ke kamp itu, mereka dimasukkan ke kamp, dikunci, lalu dibakar hidup-hidup. Potongan tubuh mereka dikenali di foto itu. Saya kembali berpikir tentang Maut di Teheran.
Terlepas dari aturan mekanisme defensive, apatisme tawanan juga sebagai hasil dari beberapa faktor.  Kelaparan dan kurang tidur juga berkontribusi pada (sebagaimana dalam kehidupan normal) karakter lekas marah, sebagai karakteristik lain keadaan mental para tawanan. Kurang tidur sebagian diakibatkan oleh gangguan vermin yang dipenuhi kekacauan karena kekurangan vitamin dan kebersihan lingkungan. Fakta bahwa kami tidak mengkonsumsi kafein atau nikotin juga berkontribusi terhadap apatisme dan lekas marah itu.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , .

Tinggalkan Balasan