MAN SEARCH FOR MEANING-26

Di kamp, hadiah diberikan bukan hanya untuk hiburan melainkan juga untuk pujian. Saya sendiri, contohnya, mendapatkan perlindungan (betapa beruntungnya saya mendapatkannya) dari seorang Capo yang ditakuti, yang oleh beberapa alasan dikenal sebagai Capo paling kejam. Begini peristiwanya mengapa hal itu terjadi. Suatu malam saya merasa tersanjung ketika diundang lagi untuk mengikuti ritual pemanggilan roh. Di sana berkumpul teman-teman dekat dokter kepala, dan paling tidak lazim, petugas dari sanitasi juga hadir. Secara kebetulan, Capo yang kejam memasuki ruangan dan ia diminta untuk membacakan puisinya yang sudah terkenal di kamp. Tidak perlu dua kali untuk memintanya, ia segera mengambil diari dari mana ia membacakan sebagian dari ciptaannya. Saya berupaya mengatupkan bibir saya ketika mereka menyakiti dengan menertawai salah satu puisi cintanya. Persis hal itu telah menyelamatkan hidup saya. Karena saya bermurah hati dengan memberikan pujian, hidup saya diselamatkan ketika saya ditugaskan di tempat  kerjanya seperti sudah saya rinci sebelumnya. Bagaimanapun, sangat penting untuk dikenal seorang Capo yang kejam, apalagi dilihat dari sudut manfaatnya. Maka saya berusaha sebisa saya untuk memujinya.
Secara umum, upaya mengejar seni di kamp adalah sesuatu yang aneh.Saya  mengatakan bahwa kesan nyata  yang disebabkan oleh sesuatu yang berhubungan dengan seni muncul dari sesuatu yang menyeramkan sesuatu yang kontras antara tampilan depan dan latar belakang kehidupan kamp yang menyedihkan. Saya tidak pernah lupa bagaimana saya terjaga dari tidur yang pulas pada malam kedua di Auschwitz akibat dibangunkan musik. Sipir senior di pondok mengadakan semacam perayaan di rumahnya yang dekat dengan jajaran pondok. Suara orang mabuk meneriakkan kata-kata kotor. Tiba-tiba hening, dan suara biola menyanyikan lagu putus asa yang amat sedih, nada yang tidak biasa dimainkan. Biola menangis, dan sebagian dari diri saya ikut menangis bersamanya, pada saat yang sama seseorang merayakan ulang tahunnya yang ke-24, seseorang yang berada di bagian lain kamp ini, mungkin hanya berjarak beberapa ratus meter dari sini, seseorang itu adalah istri saya.
Adanya kemiripan antara seni dengan kehidupan di kamp mungkin cukup mengejutkan orang luar. Namun keterkejutan yang sama akan muncul bila mereka menyaksikan bahwa rasa humor juga berkembang di sana, tentu hanya jejak samar dari mereka dan hanya untuk beberapa saat. Humor adalah salah satu senjata dalam perjuangan melindungi diri. Sudah banyak diketahui bahwa humor lebih dari apa pun dalam hidup manusia, dapat memampukan, dan menaikkan dari semua situasi, bahkan jika seandainyapun hanya untuk beberapa saat. Saya mempraktikkan untuk melatih seorang teman yang bekerja dekat saya untuk tetap menjaga rasa humor. Saya sarankan kepadanya agar kami berjanji untuk menemukan paling tidak satu cerita menarik setiap hari, tentang peristiwa yang bakal terjadi satu hari setelah pembebasan kami. Dia sebelumnya bekerja sebagai ahli bedah di sebuah rumah sakit besar. Suatu saat saya berusaha membuatnya tertawa dengan menggambarkan bahwa ketika ia dibebaskan dan bekerja kembali seperti sebelumnya, ia tidak bisa menghilangkan kebiasaan di kamp. Di kamp (apalagi ketika supervisor sedang melakukan inspeksi) pengawas berteriak-teriak memerintah kami agar bekerja cepat: Ayo!Ayo! Saya katakan kepadanya, “Suatu saat kamu akan kembali ke kamar operasi dan melakukan pembedahan. Suasana operasi tiba-tiba menjadi kacau ketika kamu berteriak-teriak: Ayo!Ayo!”
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , .

Tinggalkan Balasan