MAN SEARCH FOR MEANING

Suatu pemikiran menerpa saya: Untuk pertama kalinya, saya melihat kebenaran sebagaimana dituangkan dalam lagu oleh para penyair, dinyatakan sebagai kearifan final oleh banyak filsuf. Kebenaran—bahwa cinta adalah tujuan akhir dan tertinggi yang dapat diimpikan manusia. Kemudian saya merengkuh  makna rahasia agung bahwa puisi manusia, dan pemikiran manusia, dan kepercayaan harus disebar: Keselamatan manusia adalah melalui cinta dan dalam cinta. Saya memahami bagaimana seseorang yang tidak memiliki apa-apa yang tersisa di dunia masih bisa berterimakasih, hanya karena momen singkat, memikirkan yang dicintainya.
Dalam posisi kesedihan yang tak terucapkan, ketika seseorang tidak bisa mengekpresikan diri dalam aksi nyata, ketika pencapaiannya mungkin hanya berisi penguatan perjuangan di jalan yang benar—jalan terhormat—dalam posisi yang ia bisa, melalui mencintai kontemplasi pada gambaran yang ia bawa tentang orang yang dicintainya, ia mencapai pemenuhan. Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya bisa memahami makna ucapan,”Malaikat kalah dalam perenungan abadi atas sebuah kemuliaan yang tak terbatas.
Di depan saya, seseorang tersandung, dan beberapa orang lainnya juga tersadung dan jatuh di atasnya. Seorang pengawas dengan kasar mencambuki mereka. Pikiran saya terhenti sejenak, namun segera jiwa saya menemukan jalan pulang dari eksistensi tawanan ke dunia lain, dan saya putuskan berbicara dengan yang saya cintai: saya menanyakan apa pertanyaanya, dan ia jawab, ia menanyakan perihal kembalinya saya, dan saya jawab.
“Berhenti!” Kita telah sampai di tempat kerja. Setiap orang masuk ke dalam kegelapan  pondok dengan harapan  menemukan peralatan yang layak dan adil. Setiap tawanan mendapat sekop dan  beliung.
“Bisakah kamu lebih cepat, Babi?” Segera saya mengingat kejadian beberapa hari lalu di parit. Lapangan yang membeku retak oleh beliung, dan percikan api pun melayang. Orang-orang itu terdiam, otaknya membeku.
Benak saya masih tertuju pada istri saya. Sebuah pikiran berkelebat dalam benak saya: Saya tidak tahu apakah ia masih hidup. Saya hanya tahu satu hal—yang saya pelajari sejak sekarang: Cinta pergi jauh, melampaui tubuh orang yang mencintai. Hal itu menemukan makna terdalam dalam spritualitas, dalam batin. Entah ia nyata hadir atau tidak, entah ia masih hidup atau tidak, nilainya entah bagaimana menjadi sesuatu yang sangat penting.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , .

Tinggalkan Balasan