MAN SEARCH FOR MEANING

Kekurangan   gizi, di samping sebagai penyebab obsesi pada makanan, juga mungkin menjelaskan hilangnya dorongan seksual. Lepas dari pengaruh keterkejutan awal, hal ini menjelaskan fenomena psikologis yang diteliti terhadap semua tawanan pria di kamp: bahwa berlawanan dengan semua pria yang normal—seperti tentara di barak—dorongan seksual sangat kecil. Bahkan dalam mimpi-mimpinya pun para tawanan tidak berharap tentang seks, meskipun rasa frustasi dan rasa yang lebih lembut, perasaan-perasaan yang paling tinggi menemukan ekspresinya.
Dengan sebagian besar tawanan, kehidupan primitif dan upaya untuk berkonsentrasi hanya untuk menyelamatkan seseorang mengarahkan mereka pada pengabaian total pada sesuatu tidak melayani tujuan itu, dan menjelaskan kurangnya sentiment para tawanan. Hal ini saya pahami ketika saya dipindahkan dari kamp Auschwitz ke Dachau. Kereta yang membawa kami—sekitar 2000 orang tawanan— melewati Vienna.Sekitar tengah malam, kami melewati  stasiun kereta Vienna. Jalur yang kami lewati adalah jalan di mana saya lahir, melewati rumah di mana saya tinggal selama beberapa tahun hingga saya ditawan.
Ada lima puluh orang kami yang berada di mobil tawanan yang memiliki dua lubang intip kecil. Hanya ada kamar yang cukup bagi satu kelompok untuk berjongkok di lantai, sementara yang lain, yang berdiri beberapa jam, berdesakan di sekitar lobang intip. Berdiri dengann berjinjit dan melihat kepala yang lainnya melalui deretan jendela, saya menatap sekilas kampung saya. Menakutkan.Kami semua membayangkan akan mati, sebab kami berpikir pengangkutan kami menuju kamp di Mauthausen, dan itu berarti hidup kami tinggal satu hingga dua minggu lagi. Saya merasakan perasaan yang berbeda ketika melihat jalan, halaman, dan rumah masa kecil saya dengan mata seseorang yang telah meninggal dan kembali dari alam lain, menatap pada kota yang mengerikan.
Setelah tertunda selama beberapa jam, kereta berangkat meninggalkan stasiun. Di sana ada jalan—jalan saya! Pemuda yang telah mengalami kehidupan di kamp selama beberapa tahun di antara mereka dan yang mengalami perjalanan ini sebagai peristiwa agung, menatap dengan penuh perhatian lewat lubang intip. Saya meminta kepada mereka, memohon kepada mereka, untuk membiarkan saya berdiri di depan mereka untuk satu momen ini saja. Saya mencoba menjelaskan betapa bermaknanya hal itu bagiku. Permohonan saya ditolak dengan kasar dan sinis, “Kamu tinggal di sini sebelumnya? Baiklah, Anda sudah cukup melihatnya!”
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , .

Tinggalkan Balasan