MAN SEARCH FOR MEANING

Bagaimanapun, sepanjang Sang capo masih memiliki kebutuhan untuk curhat, hal seperti itu tidak akan terjadi pada saya. Saya mendapat tempat terhormat olehnya. Selain itu, ada keuntungan lainnya juga. Seperti hampir semua penghuni penjara lainnya, saya pernah menderita edema. Kaki saya membengkak dan kulitnya sulit diregangkan sehingga menekuk lutut rasanya sangat nyeri. Saya harus membiarkan tali sepatu saya tidak terikat agar lebih longgar untuk kaki saya yang bengkak. Akibatnya, saya tidak bisa menggunakan kaus kaki dan membuat telapak kaki saya selalu basah karena salju yang masuk ke sepatu. Hal itu tentu akan menghasilkan radang beku dan pembengkakan. Setiap langkah menjadi siksaan. Gumpalan es terbentuk di sepatu ketika kami berjalan di lapangan tertutup salju. Beberapa kali ada yang tersandung dan tergelincir. Perjalanan akan dihentikan sebentar, hanya sejenak. Seorang pengawas akan segera datang dan memaksa orang-orang yang istirahat untuk segera bangkit dan bekerja kembali. Semakin seseorang berada di barisan depan, semakin jarang diganggu oleh keharusan berhenti dan kemudian mengejar ketertinggalan berlari dengan kaki yang amat perih. Saya sangat senang menjadi semacam dokter pribadi bagi capo sehingga dapat berjalan di barisan depan.
Sebagai tambahan bayaran untuk jasa saya, saya bisa yakin bila pembagian sup dilakukan saat makan siang di tempat kerja, ketika giliran saya tiba, ia akan mencelupkan centongan ke dalam untuk mengambil kacang dan memberikan pada saya. Capo ini bahkan berani mengatakan kepada pengawas yang bertengkar dengan saya bahwa ia mengenal saya sebagai seorang pekerja yang baik. Hal itu memang tidak membantu keadaan, namun dia telah berupaya untuk menyelamatkan hidup saya. Satu hari setelah bertengkar dengan pengawas itu, ia memindahkan saya ke kelompok lain.
Beberapa pengawas yang merasa bersalah kepada kami, melakukan kemampuan terbaiknya untuk memudahkan situasi, paling tidak di permukaan. Namun, meskipun mereka berusaha mengingatkan kami bahwa pekerja yang lain bisa melakukan beberapa kali lebih berat dari kami dan dalam waktu yang lebih singkat. Namun, mereka melihat alasan bahwa pekerja normal tidak bisa hidup dengan asupan 10,5 ons makanan (secara teoritis sebenarnya kurang dari nilai itu) dan 1 ¾ mangkok sup dalam sehari, bahwa pekerja normal tidak dapat hidup di bawah tekanan mental seperti yang kami alami, tidak tahu berita sanak saudara, siapa yang dikirim ke kamp konsentrasi dan siapa yang dikirim ke kamar gas, bahwa pekerja normal tidak diancam dengan kematian, setiap hari, setiap jam. Saya bahkan pernah berkata kepada seorang pengawas yang cukup baik, “Bila Anda mau belajar dari saya bagaimana otak bekerja dalam waktu sesingkat saya mempelajari bagaimana jalan ini bekerja, saya akan memberi hormat pada Anda.” Ia hanya menyeringai.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , .

Tinggalkan Balasan