MAN SEARCH FOR MEANING

Apatis, tumpulnya emosi dan perasaan yang menghilangkan kepedulian adalah simptom yang timbul akibat reaksi psikologis tahap ke dua para tawanan, yang akhirnya membuat para tawanan tidak lagi peka terhadap pukulan. Ketidakpekaan ini merupakan reaksi psikologis yang berfungsi untuk melindungi diri sendiri.
Siksaan terjadi akibat provokasi kecil, kadang tanpa alasan sama sekali. Sebagai contoh, mereka memberikan jatah roti untuk daerah kerja kami dan kami harus mengantre untuk mendapatkannya. Suatu saat, laki-laki di samping saya sedikit menyimpang dari antrean dan ketidakteraturan itu membuat SS merasa tidak senang. Saya tidak tahu apa yang dipikirkan oleh laki-laki di samping saya atau apa yang dipikirkan oleh SS, tetapi tiba-tiba saya menerima dua pukulan keras di kepala saya. Akibat kejadian itu, saya mengenal laki-laki di samping saya adalah yang menggunakan tongkat. Dalam situasi tertentu, bukan penderitaan fisik yang paling menyakitkan (dan hal ini berlaku untuk orang dewasa dan anak-anak), penderitaan karena penghinaan mental dan ketidakadilan adalah hal yang paling menyakitkan.
Anehnya, suatu pukulan yang tidak menemukan sasarannya, bisa menyasar banyak orang. Suatu saat saya berdiri di rel kereta dalam badai salju. Meski cuaca buruk, kelompok kami mesti tetap bekerja. Saya bekerja keras memperbaiki jalur dengan kerikil, karena hal itulah yang membuat badan tetap hangat. Saat saya menghela nafas akibat kelelahan dengan bertumpu pada sekop. Sayangnya, pengawas berkeliling memperhatikan dan menganggap saya malas. Rasa sakit yang diakibatkannya bukan dari hinaan atau pukulan. Pengawas sama sekali tidak memikirkan apa yang diucapkannya pada manusia kumal dan kurus kerempeng yang berdiri di depannya, yang mungkin mengingatkannya hanyalah bentuk manusia yang samar-samar. Sebaliknya, dengan seenaknya, ia mengambil kerikil dan melempar saya. Bagi saya, hal itu mempertontonkan kebinatangan, memaksa hewan peliharaan untuk bekerja. Makhluk yang Anda anggap sama dengan Anda tidak akan Anda hukum dengan cara demikian.  
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged .

Tinggalkan Balasan