LOGOTERAPI-8

Karena setiap situasi dalam hidup menghadirkan tantangan pada manusia dan menghadirkan persoalan yang harus diselesaikan, pertanyaan tentang makna kehidupan sebenarnya ada di baliknya. Pada akhirnya, manusia tidak seharusnya menanyakan makna dari hidupnya melainkan mengetahui bahwa ia lah sesungguhnya yang ditanya. Dengan kata lain, setiap manusia ditanyai oleh kehidupan, dan ia hanya dapat menjawab kehidupan dengan menjawab hidupnya sendiri. Kepada kehidupan ia hanya dapat merespons dengan menjadi bertanggung jawab. Dengan demikian, logoterapi melihat bahwa pertanggungjawaban adalah esensi terdalam dari seorang manusia.

Esensi Eksistensi

Penekanan pada pertanggungjawaban tercermin dari imperatif kategoris logoterapi, yaitu:”Hiduplah seakan-akan Anda sedang hidup pada kesempatan kedua dan seakan-akan Anda telah bertindak pada kesempatan pertama sekeliru yang Anda lakukan sekarang!” Bagi saya, tampaknya tidak ada yang dapat merangsang rasa tanggung jawab manusia dibanding maksim ini, yang membuatnya membayangkan pertama bahwa saat ini adalah masa lalu, kedua, bahwa masa lalu dapat diubah dan diperbaharui. Seperti sebuah aturan yang menghadapkannya pada keterbatasan (finiteness) dan finalitas untuk apa yang ia lakukan dalam hidup dan dirinya sendiri.
Logoterapi berupaya membuat pasien menyadari penuh tanggung jawabnya sendiri, kemudian membiarkanya memilih untuk apa dan untuk siapa ia memahami dirinya sendiri harus bertanggung jawab. Karena itulah logoterapis adalah yang paling tidak tergoda dari semua psikoterapis untuk memaksakan penentuan nilai pada pasiennya, sebab ia tidak akan pernah membiarkan pasien melampaui tanggung jawab penilaian dokter.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , .

Tinggalkan Balasan