LOGOTERAPI-7

Lagi pula, berbagai topeng dan penyamaran muncul di balik vacuum eksistensial. Kadang, frustrasi kehendak terhadap makna mengalami kompensasi dalam bentuk kehendak terhadap kekuasaan, meliputi kehendak terhadap kekuasaan yang paling primitif, kehendak terhadap uang. Dalam kasus lain, frustrasi kehendak terhadap makna diambil alih oleh kehendak terhadap kenikmatan. Hal itulah yang mengakibatkan mengapa frustrasi terhadap makna sering mewujud dalam kompensasi seksual. Berdasarkan penelitian, libido seksual menjadi meningkat tajam pada kondisi vakum eksistensial.
Peristiwa yang analog terjadi pada kasus neurosis. Ada jenis tertentu mekanisme umpan balik dan lingkaran setan yang akan saya bicarakan berikutnya. Seseorang dapat meneliti secara terus- menerus bahwa simptomatologi ini menyerbu vakum eksistensial di mana hal itu kemudian berkembang secara berkesinambungan. Dalam beberapa pasien, apa yang kita hadapi bukanlah neurosis noogenik. Bagaimanapun, kita tidak akan berhasil membantu pasien menghadapi persoalannya bila kita tidak menambahkan perawatan psikoterapi dengan  logoterapi. Dengan mengisi kekosongan eksistensial, pasien akan terhindar dari kambuhnya penderitaan berlanjut. Dengan demikian, logoterapi diindikasikan bukan hanya dalam kasus noogenik seperti dijelaskan di atas, tetapi juga dalam kasus psikogenik, dan kadang-kadang bahkan dalam kasus neurosis somatogenik (pseudo). Dengan demikian, benarlah apa yang disebutkan oleh Magda B. Arnold, “Setiap terapi dalam beberapa hal, tidak menjadi soal betapa ketatnya, adalah merupakan logoterapi.”
Sekarang mari kita diskusikan apa yang harus kita lakukan ketika seorang pasien menanyakan apa makna hidupnya.
MAKNA HIDUP
Saya ragu apakah seorang dokter dapat menjawab pertanyaan tentang makna hidup dalam bentuk umum. Karena makna hidup berbeda dari setiap orang, dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu. Dengan demikian, yang penting bukanlah makna secara umum, melainkan makna khusus dalam kehidupan personal pada waktu tertentu. Membuat makna dalam bentuk umum, dapat dibandingkan  dengan mengajukan pertanyaan kepada seorang juara catur, “Langkah catur yang mana yang terbaik di dunia?” Ringkasnya, tidak ada langkah terbaik atau bahkan yang baik yang terbebas dari situasi tertentu dan karakter lawan tertentu. Hal yang sama juga terjadi pada eksistensi manusia. Seseorang seharusnya tidak mencari makna abstrak dalam kehidupan. Setiap orang memiliki keahlian dan misi khusus dalam hidupnya yang membawa tugas konkrit yang membutuhkan pemenuhan. Ia tidak tergantikan, juga tidak bisa terulang dalam hidupnya. Dengan demikian, tugas setiap orang adalah seunik kesempatan spesifik yang dimilikinya untuk mengimplementasikannya.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , , .

Tinggalkan Balasan