LOGOTERAPI-26

Dalam logoterapi, beberapa pola perilaku disebut “hiperintensi”. Hal itu memainkan peran penting dalam neurosis seksual, bisa berupa frigiditas atau impotensi. Semakin pasien berupaya keras untuk secara langsung mengalami orgasme yakni kepuasan seksual alih-alih melupakan kepentingannya sendiri dengan memberikan dirinya sendiri, semakin upaya ini akan berakhir sia-sia dan merusak dirinya sendiri. Memang, apa yang dinamakan sebagai “prinsip kenikmatan” hanyalah sebagai pemujaan kesenangan.
Ketika seseorang berhasil menemukan makna, hal itu tidak hanya menjadikannya bahagia, melainkan juga akan memberinya kapabilitas untuk mengatasi penderitaan. Apa yang terjadi bila seseorang yang meraba-raba makna hidup berada dalam kesia-siaan? Hal itu dapat mengakibatkan kondisi yang fatal.Sebagai gambaran, mari kita ingat apa yang sering terjadi pada situasi yang ekstrim ketika berada di kamp tawanan perang, kamp konsentrasi. Pertama, saya diceritakan oleh tentara Amerika suatu pola perilaku yang mengkristal pada apa yang mereka rujuk sebagai “give-up it is.” Di kamp konsentrasi, perilaku ini sejajar dengan seseorang yang pada suatu pagi menolak untuk bangun dan pergi bekerja melainkan tetap tinggal di pondok, berbaring di tempat tidur yang basah dengan air kencing dan kotorannya. Tidak ada apapun, peringatan atau ancaman yang dapat mempengaruhi untuk mengubah pikiran mereka. Kemudian sesuatu yang lazim terjadi: Mereka mengambil sebatang rokok yang disembunyikan di saku paling tersembunyi dan kemudian mengisapnya. Pada momen itu, kami tahu bahwa empat puluh delapan jam kemudian kami akan menyaksikan mereka meninggal. Orientasi makna telah surut, dan pencarian kenikmatan sesaat mengambil alih.
Apakah hal ini tidak mengingatkan parallel yang lain, parallel yang harus kita hadapi dari hari ke hari. Saya memikirkan mereka yang masih anak muda yang dalam skala luar biasa, merujuk pada mereka generasi yang tidak punya masa depan. Bukan hanya rokok yang mereka isap, namun juga narkoba.
Posted in PHILOSOPHY TODAY.

Tinggalkan Balasan