LOGOTERAPI-17

Tentu saja, manusia selalu mempertimbangkan sandungan kefanaan dan selalu mengabaikan lumbung peristiwa di masa lalu, di mana ia telah diselamatkan dan dengan semua amalnya, suka cita dan penderitaannya. Tidak ada sesuatu yang dapat dibatalkan dan tidak ada sesuatu yang dapat dilakukan. Saya dapat mengatakan bahwa terus-menerus menjadi (having been) adalah jenis keberadaan yang paling pasti.
Dalam logoterapi, esensi kefanaan eksistensi manusia, bukan pesimistik melainkan aktivistik. Untuk menggambarkan hal ini lebih jelas, kita dapat mengatakan:Yang pesimis menyerupai seseorang yang mengamati dengan ketakutan dan sedih kalender dindingnya, yang berisi catatan harian air matanya serta tubuhnya yang semakin kurus. Sementara itu, orang yang memecahkan persoalan hidup setiap hari dengan aktif seperti orang yang menghapus setiap daun kesuksesan dari kalendernya dan mengarsipnya dengan rapi dan teliti, setelah terlebih dahulu membuat catatan harian di baliknya. Dia dapat merenungkan dengan bangga dan suka cita semua kekayaan yang tertulis dalam catatan, dan semua kehidupan yang ia lalui dengan penuh. Apa yang terjadi padanya ketika ia mengingat bahwa usianya semakin tua? Apakah ia mempunyai alasan untuk cemburu pada orang muda yang ditemuinya? Atau merenungkan masa mudanya yang hilang? Dengan alasan apa ia cemburu pada orang muda? Untuk kemungkinan bagi anak muda di masa depan yang telah ia jalani sendiri? “Tidak, terima kasih!” pikirnya. “Alih-alih potensi, saya sudah melalui realitas dalam masa lalu saya, bukan hanya realitas dalam berkarya dan cinta-mencintai, namun juga bertahan dengan gagah berani dalam setiap penderitaan. Penderitaan itu bahkan menjadi sesuatu yang paling saya banggakan, walaupun hal itu tidak dapat menimbulkan cemburu.”
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , .

Tinggalkan Balasan