LOGOTERAPI-10

Sejauh ini kita telah menunjukkan bahwa makna hidup selalu berubah, namun tidak pernah berhenti. Menurut logoterapi, kita dapat menemukan makna dalam kehidupan dengan tiga cara: (1) dengan menciptakan sebuah karya atau melakukan sesuatu yang bermanfaat; (2) dengan mengalami sesuatu atau bertemu dengan seseorang;dan (3) dengan mengambil sikap terhadap penderitaan yang tidak terhindarkan. Cara yang pertama, cara melalui pencapaian atau prestasi cukup jelas. Cara kedua dan ketiga membutuhkan elaborasi berikut.
Cara kedua menemukan makna dalam kehidupan adalah dengan mengalami sesuatu—seperti kebaikan, kebenaran, dan keindahan—dengan mengalami alam atau budaya atau yang tak kalah pentingnya, dengan mengalami  keberadaan orang lain dengan keunikannya —dengan mencintainya.
Mencintai adalah satu-satunya cara untuk merangkul keberadaan orang lain dalam lubuk hati yang paling dalam dari kediriannya. Tak seorang pun bisa menyadari sepenuhnya hakikat kehadiran orang lain tanpa mencintainya. Dengan cinta, ia dimampukan untuk melihat sifat penting dan ciri khas orang yang dicintainya. Bahkan, ia mampu melihat apa yang potensial dalam dirinya, apa yang belum teraktualisasi namun akan dapat diaktualisasikan. Selain itu, dengan mencintai, orang yang mencintai memampukan orang yang dicintainya mengaktualisasikan potensi itu. Dengan membuatnya menyadari apa yang dapat dicapainya dan akan menjadi apa, dia membuat potensialitas menjadi nyata.
Dalam logoterapi, cinta tidak diinterpretasikan sekadar epifenomena dorongan seksual dan insting dalam apa yang  dimaknai sebagai sublimasi. Cinta sama utamanya dengan seks. Normalnya, seks adalah salah satu ekspresi bagi cinta. Seks dibenarkan, bahkan dikuduskan sejauh ia adalah manifestasi dari cinta. Dengan demikian, cinta tidak dipahami sebagai efek samping dari seks, melainkan seks adalah ekspresi dari pengalaman kebersamaan penuh yang disebut cinta.
Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , , .

Tinggalkan Balasan