KEBIASAAN-4: PARADIGMA MENANG-MENANG

win-winBerpikir Menang-Menang bukanlah tentang menjadi baik, juga bukan teknik cepat memperbaiki. Ini adalah kode berbasis karakter untuk interaksi manusia dan kolaborasi. Sebagian besar dari kita belajar untuk meletakkan harga diri kita pada perbandingan dan persaingan. Kita berpikir tentang berhasil sementara orang lain gagal – yaitu, jika saya menang, Anda kehilangan, atau jika Anda menang, saya kalah. Hidup menjadi sebuah zero-sum game. Hidup laksana kue yang begitu besar dan jika Anda mendapatkan potongan besar, ada yang kurang bagi saya, itu tidak adil, dan saya akan memastikan Anda tidak mendapatkan lagi. Kita semua main game, tapi berapa banyak yang benar-benar menyenangkan?

Berpikir menang-menang melihat kehidupan sebagai arena kooperatif, bukan yang kompetitif. Menang-menang adalah kerangka pikiran dan hati yang terus-menerus berusaha mencari manfaat bersama dalam semua interaksi manusia. Berarti kesepakatan menang-menang atau solusi yang saling menguntungkan dan memuaskan. Kami berdua bisa makan kue, dan rasanya sungguh lezat! Seseorang atau organisasi yang melakukan pendekatan konflik dengan sikap menang-menang memiliki tiga karakter penting: Integritas : menempel dengan perasaan sejati Anda, nilai-nilai, dan komitmen Kematangan: mengekspresikan ide dan perasaan Anda dengan keberanian dan pertimbangan untuk ide-ide dan perasaan orang lain Mentalitas Kelimpahan: percaya ada banyak untuk semua orang Banyak orang berpikir dari segi baik atau buruk. Win-win mengharuskan Anda menjadi keduanya. Ini merupakan tindakan menyeimbangkan antara keberanian dan pertimbangan. Untuk memperoleh menang-menang, Anda tidak hanya harus empatik, tetapi Anda juga harus percaya diri. Anda tidak hanya harus perhatian dan sensitif, Anda juga harus berani. Untuk melakukan itu – untuk mencapai yang keseimbangan antara keberanian dan pertimbangan – adalah esensi dari kedewasaan yang nyata dan mendasar untuk menang-menang.

Posted in ThE 7 HaBiT and tagged , , , .