JAM TANGAN YANG HILANG

jam tangan

Jam tangan

Ada seorang Pak Tani yang memiliki jam tangan. Jam tangan itu sangat bermakna baginya dan memiliki nilai yang sangat istimewa. Suatu hari ketika sedang bekerja, Pak Tani kaget menyadari jam tangannya telah hilang. Ia segera mencari-cari namun tak kunjung ketemu. Lama tak ketemu, ia berpikir untuk meminta bantuan orang lain untuk menemukannya.

Tak jauh dari tempat hilangnya jam tangan Pak Tani, beberapa anak sedang asyik bermain. Pak Tani berjalan menuju mereka dan meminta tolong.

“Siapa yang menemukan akan saya berikan hadiah,” ¬†bujuk Pak Tani.

Mendengar itu, anak-anak segera menuju semak belukar yang ditunjuk oleh Pak Tani sebagai tempat hilangnya jam Pak Tani. Masing-masing mereka mencari jam itu di tumpukan rumput di semak-semak. Lama mereka mencari-cari namun juga tidak ketemu hingga Pak Tani hampir putus asa dan berpikir bahwa jamnya tak mungkin ketemu lagi.

“Sudahlah, nggak mungkin ketemu lagi,” kata Pak Tani.

Tiba-tiba, salah seorang anak berjalan mendekatinya dengan menunjukkan jam tangan Pak Tani yang ditemukannya sehingga Pak Tani merasa sangat gembira dan takjub melihat anak itu.

Dalam keheranan, Pak Tani bertanya kepada si anak, bagaimana caranya menemukan jam itu sementara banyak anak sudah menyerah.

“Saya tidak melakukan apa-apa. Saya hanya diam dan mendengar, lalu tiba-tiba saya mendengar suara detak jam Bapak tidak jauh dari tempat saya diam,” jawab anak itu.

Diam dan mendengarkan sering menjadi cara jitu untuk mencari solusi.

(T-01/tiologi.com)
Posted in TIOLOGI HUMANIORA and tagged , , , .