IN SEARCH OF MEANING

Man Search for Meaning
Pengalaman di Kamp Konsentrasi

Buku Man Search For Meaning tidak diklaim sebagai fakta atau peristiwa umum, melainkan pengalaman personal, pengalaman di mana jutaan tawanan mengalami penderitaan panjang. Buku ini adalah kisah dari seseorang yang selamat dari kamp konsentrasi. Kisah ini tidak memusatkan perhatian pada horor mengerikan yang sudah banyak dikisahkan orang, melainkan tentang penggandaan siksaan-siksaan kecil. Dengan kata lain, saya akan mencoba menjawab pertanyaan: “Bagaimana kehidupan sehari-hari dalam kamp konsentrasi dimaknai oleh rata-rata tawanan?”

Kebanyakan peristiwa yang digambarkan dalam buku ini tidak meliputi tempat yang luas dan terkenal di dalam kamp, melainkan tempat yang terbatas di mana kebanyakan pemusnahan yang sesungguhnya terjadi.

Kisah ini bukan tentang penderitaan dan kematian seseorang pahlawan agung atau seorang martir, juga bukan tentang seseorang tawanan terkemuka yang melakukan aksi tertentu, yang memiliki hak istimewa, atau seorang tawanan yang terkenal. Dengan demikian cerita ini tidak membahas tentang penderitaan seorang perkasa melainkan pengorbanan dan siksaan terhadap seseorang korban yang tidak dikenal. Kisah ini adalah tentang tawanan biasa, yang bosan dengan ketidakmampuan membedakan tanda siksaan di lengannya, yang sangat dibenci oleh Capos. Ketika tawanan biasa ini tidak memiliki apapun untuk dimakan, Capos tidak pernah lapar. Faktanya, banyak Capos yang bernasib lebih baik di kamp dibanding seluruh kehidupan sebelumnya. Biasanya mereka lebih keras setelah menjadi pengawas dan menyiksa lebih kejam dibanding yang dilakukan oleh SS. Capos ini tentu saja dipilih dari mereka yang ingin lebih nyaman untuk banyak hal, dan jika mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan mereka akan segera dipecat. Mereka segera menjadi sama dengan SS dan sipir penjara, mengadili dengan basis psikologis yang sama.

Posted in PHILOSOPHY TODAY and tagged , , .

Tinggalkan Balasan