DOKTRIN PENDIDIKAN HELVETIUS

PENDIDIKANHelvetius mengikuti doktrin Locke yang meyakini bahwa pikiran adalah lembaran kosong (tabula rasa). Perbedaan antar individu sepenuhnya disebabkan oleh perbedaan pendidikan masing-masing. Pada setiap individu, bakat dan kebajikannya merupakan pengaruh dari proses belajarnya.

Helveticus berpendapat bahwa menjadi seorang jenius acapkali adalah persoalan kesempatan dan keberuntungan. Jika Shakespeare tidak tertangkap basah berburu secara liar, ia akan menjadi pedagang wol.

Doktrin Helveticus bersifat optiomistik dengan mengatakan bahwa hanya pendidikan yang sempurnalah yang menjadikan manusia menjadi sempurna.

Doktrin keberuntungan dalam bentuk berbeda pernah dikemukakan oleh Bertrand Russel ketika mengatakan bahwa menjadi seorang filsuf adalah soal keberuntungan.(Tio)

Posted in FILOSOFI and tagged , , .