MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-50

Mestinya sudah jelas bahwa kita membutuhkan rehumanisasi psikoterapi bila kita ingin menyembuhkan penyakit-penyakit zaman kita. Mari secara singkat meninjau jalan yang telah diambil psikoterapi sejak zaman Freud, dengan maksud untuk menjelajah faktor yang mungkin membuat dehumanisasi psikoterapi. Psikoanalisis Freud mengajarkan bagaimana membuka kedok neurotik, bagaimana menentukan hal yang tersembunyi, dinamika bawah sadar yang mendasari perilaku. Perilaku ini dianalisis, dan “menganalisis” […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-48

Dalam bidang lain, yakni, kecanduan alkohol, temuan yang bersesuaian diterbitkan antara lain oleh Annemarie Von Forstmeyer, yang telah menunjukkan bahwa 18 dari 20 pecandu alkohol memandang keberadaan mereka sebagai tak bermakna dan tanpa tujuan. Dengan demikian, teknik yang berorientasi logoterapi terbukti unggul dari bentuk terapi yang lain. James C. Crumbaugh mengukur kevakuman eksistensial untuk membandingkan hasil […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-47

Padelford juga meninjau ulang literatur dalam bidang tersebut, tentang penelitian yang dilakukannya sendiri, yang berhubungan dengan hipotesis kevakuman eksistensial. Ia melaporkan tentang pertanyaan yang ditujukan kepada pelajar mengapa mereka tertarik dan terlibat dengan obat-obatan. Di antara jawaban yang sering didaftar adalah “hasrat untuk menemukan makna dalam hidup”. Suatu penelitian epidemiologi yang dilakukan untuk National Commision on […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-46

Sedikit mengherankan bahwa orang yang terjebak dalam kevakuman eksistensial lebih lama, bila makna tidak bisa diperoleh, untuk membuktikan kepada diri mereka sendiri paling tidak sekadar perasaan bermakna seperti mereka yang berada dalam keadaan mabuk akibat LSD. Dalam beberapa keadaan di mana tiba-tiba dunia mengambil kebermaknaan yang tak terbatas. Namun, jalan pintas itu terbukti akhirnya menjadi […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-45

Aspek pertama dari triad, depresi, sering berujung pada upaya bunuh diri.Terdapat bukti yang banyak bahwa upaya bunuh diri khususnya di kalangan pemuda mengalami peningkatan.”Bunuh diri, yang pernah menduduki peringkat dua pulu satu dalam daftar penyebab kematian, kini berada di peringkat kesepuluh dan di beberapa negara bagian menjadi peringkat ke enam. Setiap orang yang akhirnya bunuh […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-44

Sudah lama para psikolog mengetahui permainan itu sendiri dengan istilah psikologi dalam. Psikologi dalam berikutnya dilihat sebagai kesadaran dinamis polos yang mendasari perilaku manusia. Mungkin inilah ilustrasi terbaik yang disebut oleh Joseph Wilder sebagai joke singkat psikiater yang pernah didengarnya: “Apakah Anda seorang psikater?” “Mengapa Anda bertanya?” “Anda pasti seorang psikiater.” Dengan berupaya membuka topeng orang yang memberikan […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-43

Berikut adalah ilustrasi lainnya mengenai reduksionisme. Seorang psikoanalis Freudian terkenal mendedikasikan dua volume tulisan kepada Goethe. “Di halaman 1538,” tinjauan buku berbunyi, “penulis menggambarkan kepada kita seorang jenius dengan ciri gangguan manic-depressive, paranoid, epileptoid, homoseksualitas, incest, voyeurisme, eksibisionisme, fetisisme, impotensi, narsisme, neurosis obsessivecompulsive, histeria, megalomania, dan sebagainya. Dia tampaknya fokus hampir secara eksklusif pada insting  daya dinamis […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-42

Secara rata-rata, kenyataan bahwa kevakuman eksistensial pada pelajar di Amerika lebih nyata dibanding pelajar di Eropa. Menurut pandangan saya, hal itu terjadi karena paparan rata-rata pelajar Amerika pada indoktrinasi semacam reduksionisme. Untuk mengutip sebuah contoh, sebuah buku mendefinisikan manusia sebagai “tidak lebih dari mekanisme biokimia kompleks yang didukung oleh sistem pembakaran yang memberikan energi komputer […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-41

Apabila saya diminta untuk menjelaskan secara singkat, saya akan mengatakan bahwa kevakuman eksistensial dihasilkan dari kondisi-kondisi berikut. Tidak seperti hewan, untuk melakukan sesuatu, manusia tidak harus berdasarkan naluri. Secara kontras juga dengan manusia zaman dahulu, ia tidak lagi didikte oleh tradisi dan nilai untuk melakukan sesuatu. Sekarang, mengetahui apa yang harus dilakukan dan yang tidak […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-40

Saat ini, kehendak terhadap makna biasanya frustrasi. Dalam logoterapi, orang berbicara tentang frustrasi eksistensial. Para psikiater dihadapkan lebih banyak kasus dari pada sebelumnya di mana pasien mengeluhkan perasaan putus asa yang setara dengan apa yang disebutkan oleh Adler sebagai perasaan inferior. Saya akan mengutip sebuah surat dari seorang pelajar Amerika: “Saya berusia 22 tahun dengan izajah, […]

MAN’S SEARCH FOR ULTIMATE MEANING-39

Apa yang berada di balik penekanan terhadap pencapaian seks dan kekuasaan, apa yang ada di balik kepuasan terhadap seks dan kebahagiaan, adalah frustrasi kehendak terhadap makna. Libido seksual hanya hyperthrophi dalam kekosongan eksistensial. Hasilnya adalah inflasi seks, dan seperti inflasi di pasar uang, inflasi diasosiasikan dengan devaluasi. Lebih khusus, seks didevaluasi akibat dehumanisasi. Seks manusiawi selalu […]

MAN SEARCH FOR MEANING

Sebagai kisah pengalaman pribadi sebagai tawanan biasa, penting untuk saya kemukakan, bukan tanpa rasa bangga, bahwa saya tidak bekerja sebagai psikiater atau bahkan sebagai dokter di kamp, kecuali beberapa minggu terakhir. Beberapa kolega saya cukup beruntung dipekerjakan di pos bantuan pertama untuk membuat perban dari gulungan kertas bekas. Namun saya, dengan nomor 119, 104, hampir […]

PHILOSOPHY TODAY: KONSEP NEGARA SEJAHTERA JM KEYNES (2)

Ada banyak cara mendefinisikan kehidupan yang baik. Pandangan para ekonom sendiri telah bergeser dari hedonisme, yang menganggap bahwa yang baik adalah keadaan mental seperti kesenangan dan kebahagiaan menuju pandangan bahwa kesejahteraan dapat diukur berdasarkan preferensi pilihan. Sejumlah ekonom terkemuka memang menganjurkan kembali ke hedonisme, tetapi mereka tetap minoritas. Tidak seperti hedonisme, kesejahteraan sebagai preferensi kepuasan menentukan bagaimana mencari […]

PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT JEAN BAUDRILLARD (4)

Dari Patafisika ke Metafisika Pemikiran Jean Baudrillard pada pertengahan 1970-an hingga saat ini menjadi tantangan bagi teori dalam berbagai disiplin ilmu. Selama tahun 1980, karya-karya besar Baudrillard dari tahun 1970-an diterjemahkan ke berbagai bahasa dan buku-buku baru dari tahun 1980-an pada gilirannya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan bahasa utama lainnya. Dalam waktu singkat, ia pun […]

PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT JEAN BAUDRILLARD (3)

Buku Jean Baudrillard The Mirror of Production dan buku berikutnya Symbolic Exchange and Death, merupakan upaya memberikan perspektif yang ultra radikal untuk mengatasi keterbatasan tradisi Marxis dalam bidang ekonomi. Buku ini menandai fase ultra-kirinya Baudrillard yang berumur pendek. Dalam Symbolic Exchange and Death, Baudrillard menghasilkan salah satu provokasi yang paling penting dan dramatis. Teks dibuka dengan pengantar yang mengembun usahanya untuk memberikan […]

PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT JEAN BAUDRILLARD (2)

Dalam The Consumer Society, Jean Baudrillard menyimpulkan dengan berpijak pada berbagai bentuk penolakan terhadap konvensi sosial, konsumsi berlebihan, dan pemikiran serta perilaku konformis, yang semuanya dapat menyatu dalam praktik perubahan radikal. Baudrillard menyinggung hal ini dengan harapan sebagai penjelasan terhadap letusan kekerasan dan disintegrasi tiba-tiba yang datang seperti peristiwa Mei 68. Di sisi lain, Baudrillard juga menjelaskan situasi di mana […]

PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT JEAN BAUDRILLARD (1)

Jean Baudrillard adalah filsuf Perancis yang karya-karyanya sering dikaitkan dengan posmodernisme. Ia lahir di kota katedral Reims, Perancis pada tahun 1929. Kakek-neneknya adalah petani dan orang tuanya aparat sipil negara. Baudrillard mengklaim bahwa ia adalah anggota pertama dari keluarganya yang mengecap pendidikan tinggi dan hal itu menyebabkan renggannya hubungan dengan orang tua dan lingkungan budayanya. Tahun 1956, ia mulai […]

PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT MICHEL FOUCAULT (6)

Dari Arkeologi ke Genealogi Michel Foucault secara eksplisit menyajikan The Order of Things sebagai pendekatan arkeologi sejarah pemikiran. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1969, ia menerbitkan The Archaeology of Knowledge, sebuah risalah metodologis yang secara eksplisit merumuskan apa yang ia ambil dari metode arkeologi yang digunakan tidak hanya dalam The Order of Things tetapi juga dalam History of Madness […]

PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT MICHEL FOUCAULT (5)

Discipline and Punish Karya Foucault yang membahas tentang disiplin dan penghukuman ini diterbitkan pada tahun 1975, sebagai hasil penerapan studi genealogi perubahan sistem penghukuman dari cara menyiksa di zaman kuno menuju cara yang lebih lembut di era modern. Bertolak dari unsur reformasi zaman pencerahan, Foucault menegaskan bahwa reformasi juga menjadi kendaraan bagi kemungkinan dilakukannya kontrol yang lebih efektif […]

PHILOSOPHY TODAY: FILSAFAT MICHEL FOUCAULT (4)

History of Modern Sexuality Michel Foucault menulis History of Modern Sexuality yang diproyeksikan sebagai lanjutan pendekatan genealogi dari karyanya terdahulu Discipline and Punish pada tema seksualitas. Gagasan Foucault adalah bahwa berbagai institusi pengetahuan modern tentang seksualitas, termasuk psikoanalisis memiliki hubungan yang sangat dekat dengan struktur kekuasaan masyarakat modern. Jilid pertama dari karya ini, yang diterbitkan pada tahun 1976, yang dimaksudkan sebagai pengantar untuk serangkaian […]