BELAJAR PERKALIAN

Di kelas 2 suatu sekolah dasar, seorang guru sedang menjelaskan tentang perkalian. Setelah panjang lebar menjelaskan, ia bertanya kepada anak-anak.

Ibu Guru: “2 kali 3 berapa?”

Hampir semua anak: “enam”

Guru: “Bagus.”

Sebagai guru yang perhatian, ia melihat seorang anak bernama Dani tidak menjawab. Sang guru berpikir, mungkin anak itu belum ngerti pelajaran itu. Untuk memudahkan pemahaman si anak, guru memberi ilustrasi,

Guru: “Dani, kalau saya memberimu dua ekor kelinci, lalu pamanmu memberi dua ekor juga, kemudian bibimu memberi dua ekor kelinci juga, jadinya berapa ekor kelincimu?

Dani: “Delapan ekor,Bu.”

Guru: “Dengarkan pelan-pelan, Dani! Jangan sampai lebih. “Dani, kalau saya memberimu dua ekor kelinci, lalu pamanmu memberi dua ekor juga, kemudian bibimu memberi dua ekor kelinci juga, jadinya berapa ekor kelincimu? Ulang Sang guru berusaha sejelas mungkin.

Dani: “Delapan ekor, Bu.”

Merasa jengkel, guru mencoba membuat contoh baru.

Guru: Kalau saya beri kamu dua buah jeruk, lalu saya beri dua buah lagi, kemudian saya beri dua buah lagi, berapa jadinya buah jerukmu?

kelinciDani: “Enam, Bu.”

Guru (dengan bangga karena bisa menjelaskan): “Nah, kan bisa. Sekarang saya ulangi yang tadi. “Dani, kalau saya memberimu dua ekor kelinci, lalu pamanmu memberi dua ekor juga, kemudian bibimu memberi dua ekor kelinci juga, jadinya berapa ekor kelincimu?”

Dani: “Delapan, Bu.”

Guru (mulai marah): “Yang dua lagi kamu curi dari mana?”

Dani: “Ngga, Bu, sebelumnya sudah dibelikan Ayah.”

Guru: ??????????????????????????

 

Posted in HUMOR and tagged , , , , .