Begini Caranya Inmarsat Melacak MH370

JAKARTA, tiologi.com


inmarsatDi tengah kekaguman terhadap satelit Cina dan Australia yang berperan dalam pencarian Malaysia Airlines yang hilang bersama 239 penumpang serta awak pesawat, Inmarsat, sebuah perusahaan data satelit Inggris tiba-tiba menjadi populer. Kepopuleran Inmarsat bermula dari analisisnya yang digunakan sebagai dasar konferensi Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Senin (24/3/14) untuk menyimpulkan bahwa MH370 yang telah menebarkan misteri selama lebih dari 2 pekan itu jatuh ribuan mil di Samudera Hindia.

Bagaimana Inmarsat melacak MH370? Ternyata Inmarsat menggunakan fenomena gelombang yang sudah ditemukan sejak abad 19 untuk menganalisis tujuh “ping” yang ditangkap satelitnya dari Malaysia Airlines Penerbangan MH370. Analsis itu dilakukan berdasarkan sebuah teknik yang didasarkan pada Efek Doppler yang menjelaskan bagaimana sebuah frekuensi perubahan gelombang berbanding relatif dengan pergerakannya, dalam hal ini adalah satelit itu.

Efek Doppler adalah ketika misalnya suara sirene mobil polisi berubah begitu mendekat dan lalu sampai pada pengamat, atau dalam kata lain gelombang suara yang memancar dari misalnya sebuah sirene mobil polisi akan diterima lebih tinggi/rendah frekuensinya jika sirene tersebut mendekati/menjauhi kita.

Para ilmuwan Inmarsat lalu menyelidiki ping-ping lemah itu. Badan Investigasi Kecelakaan Udara Inggris (AAIB) juga terlibat dalam penganalisaan ini. Ping-ping yang secara otomatis terkirim setiap jam dari pesawat itu setelah semua sistem komunikasinya tidak berfungsi menunjukkan pesawat tersebut terus terbang selama berjam-jam setelah hilang dari jalur penerbangannya dari Kuala Lumpur menuju Beijing.

Berdasarkan waktu sinyal pesawat itu mencapai satelit dan sudut elevasinya, Inmarsat bisa memberikan dua busur (koridor), satu ke utara dan satunya lagi ke selatan yang mungkin diterbangi oleh pesawat tersebut.

“Kami mengambil data yang kami punya dari pesawat itu dan memplot pesawat itu melawan kedua jalur di atas, dan pesawat itu diketahui mengikuti jalur selatan,” kata Jonathan Sinnatt, kepala komunikasi perusahaan Inmarsat seperti dikutip Reuters.

Perusahaan ini kemudian membandingkan lintasan penerbangan teoritisnya dengan data yang diterima dari semua Boeing 777 yang diketahui telah menerbangi rute yang sama, kata dia, dan ternyata tepat sekali berpadanan.

Penemuan ini diteruskan kepada perusahaan satelit lainnya untuk diperiksa, kata dia, sebelum dirilis kepada para penyelidik hari Senin itu.

Kekurangan data –hanya ping-ping lemah yang diterima oleh sebuah satelit setiap jam– membuat teknik-teknik seperti triangulasi dengan memanfaatkan sejumlah satelit atau GPS (Global Positioning System) tidak bisa digunakan untuk menentukan alur terbang pesawat itu.

Stephen Wood, CEO All Source Analysis, sebuah perusahaan analisis satelit, mengatakan para penyelidik sepertinya telah mempersempit area pencarian secara substansial. “Namun itu tetap area yang luas yang harus mereka cari,” kata dia.

Namun terlalu dini untuk mengatakan apa yang akan diperlukan karena masih belum diketahuinya penyebab pesawat tersebut menyimpang dari jalur aslinya.

(T-01/tiologi.com)
Posted in HEAD LINE and tagged .